إن الحمد لله  نحمده و نستعينه و نستغفره و نعوذ بالله من شرور أنفسنا و سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له و من يضلله فلا هادي له، أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له و أشهد أن محمدا عبده و رسوله.

يأيها الذين آمنوا اتقوا الله حق تقاته و لا تموتن إلا و أنتم مسلمون.

يأيها الناس اتقوا ربكم الذي خلقكم من نفس واحدة و خلق منها زوجها و بث منهما رجالا كثيرا و نساء و اتقوا الله الذي تساءلون به و الأرحام إن الله كان عليكم رقيبا.

يأيها الذين آمنوا اتقوا الله و قولوا قولا سديدا يصلح لكم أعمالكم و يغفر لكم ذنوبكم و من يطع الله و رسوله فقد فاز فوزا عظيما.

ألا فإن أصدق الحديث كتاب الله و خير الهدي هدي محمد صلى الله عليه و سلم و شر الأمور محدثاتها و كل محدثة بدعة و كل بدعة ضلالة  و كل ضلالة في النار. اللهم فصل و سلم على هذا النبي الكريم و على آله و أصحابه و من تبعهم بإحسان إلى يوم الدين. أما بعد.

قال الله تعالى: أَوَلَمْ يَرَ الْإِنْسَانُ أَنَّا خَلَقْنَاهُ مِنْ نُطْفَةٍ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مُبِينٌ وَضَرَبَ لَنَا مَثَلًا وَنَسِيَ خَلْقَهُ قَالَ مَنْ يُحْيِي الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيمٌ قُلْ يُحْيِيهَا الَّذِي أَنْشَأَهَا أَوَّلَ مَرَّةٍ وَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيمٌ

 

Jamaah shalat Jum’at rahimakumullah

Puji dan syukur hanya tertuju kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dialah satu-satunya Dzat yang berhak menerima segala pujian dan ungkapan syukur. Karunia dan rahmat-Nya telah banyak kita nikmati, hidayah dan inayah-Nya telah banyak kita rasakan. Kesyukuran hakiki hanya dapat diwujudkan dalam bentuk kesiapan menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya. Tanpa itu maka kita termasuk orang-orang yang ingkar nikmat.

Salam dan shalawat kita sampaikan dan kirimkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam. Nabi yang telah memperjuangkan agama Islam di waktu siang dan malam, di kala sempit dan lapang. Dia mendakwahkan Islam tanpa mengenal ruang dan waktu. Dia telah menunaikan amanah, memberikan nasihat kepada umat, dan berjihad di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sungguh-sungguh dan sebenar-benarnya, hingga ia meninggalkan umat ini dalam keadaan telah tercerahkan dengan nur hidayah, dan cahaya taufik dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tidaklah seseorang meniti jalan lain melainkan ia akan menjadi sesat di dunia dan binasa di akhirat.

 

Jamaah shalat Jum’at rahimakumullah

Kebanyakan manusia beranggapan bahwa jika mereka mati, dan telah dikuburkan, maka seluruh perkara telah selesai, mereka telah beristirahat dari segala urusan dunia dan tiada perkara lagi setelahnya. Ini merupakan pemahaman yang sangat salah. Sesungguhnya setelah kematian mereka akan memasuki kehidupan baru yaitu kehidupan barzakh yang terus berlanjut hingga kehidupan akhirat yang merupakan akhir dari seluruh bentuk kehidupan. Oleh karenanya marilah kita bersama-sama menelaah penjelasan Al-Qur’an dan As-Sunnah tentang perkara-perara apa saja setelah kematian?

Terdapat banyak ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadis-hadits Nabi yang Shahih yang menjelaskan tentang kejadian setelah kematian. Ketika seorang manusia mati kemudian jenazahnya diusung untuk dikuburkan, maka perkara pertama yang akan dihadapinya adalah fitnah (ujian) kubur sebagaimana yang disebutkan dalam Shahih Bukhari dan Muslim, dari riwayat Anas bin Malik bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,  “Ketika seorang hamba telah diletakkan  di dalam kuburannya, dan seluruh kerabatnya meninggalkannya sesungguhnya dia mendengarkan langkah kaki mereka” beliau berkata: “Kemudian datang dua malaikat lalu mendudukkannya lalu keduanya berkata kepadanya: ‘Dengan apa dahulu kamu menyebut lelaki ini (yakni Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam)?” beliau berkata: “adapun orang yang beriman akan menjawaab: ‘Aku bersaksi bahwa sesungguhnya dia adalah Hamba dan Utusan Allah Subhanahu wa Ta’ala” beliau berkata: “kemudian kedua malaikat itu berkata kepadanya; ‘lihatlah, tempatmu di neraka dan Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menggantikannya bagimu dengan tempat di Surga” Nabi Allah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Diapun dapat melihat kedua tempat itu” Qatadah berkata: ‘dan disebutkan pula kepada kami bahwa kuburannya diperluas sebanyak tujuh hasta dan dihiasi dengan tanaman hijau hingga hari kebangkitan.”

Adapun orang-orang munafik dan kafir dikatakan kepada mereka, ‘Dengan apa dahulu kamu menyebut lelaki ini (yakni Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam)?’ mereka menjawab, ‘Aku tidak tahu, dahulu aku menyebutnya sesuai dengan penyebutan mayoritas manusia’, kemudian dikatakan kepadanya, ‘Kamu tidak mengetahuinya dan kamu tidak membacanya’ kemudian ia dipukul dengan palu yang terbuat dari besi satu pukulan hingga mereka berteriak di mana teriakan mereka dapat didengar oleh makhluk di sekelilingnya selain manusia dan jin.

Dalam hadits Abu Ayyub Al-Anshari disebutkan bahwa suatu hari ketika matahari telah terbit, beliau keluar lalu mendengarkan teriakan kemudian beliau bersabda, “Seorang wanita Yahudi sedang mendapat siksaan di dalam kuburannya” (HR. Bukhari dan Muslim)

Karena itu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam senantiasa memohon perlindungan dari azab kubur dalam setiap shalat beliau dan memerintahkan umatnya untuk melakukan hal yang sama.

Setelah itu Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menyiksa orang-orang kafir dan munafik dan memberikan kenikmatan kepada mereka yang beriman dan memiliki keyakinan. Karena itu wahai hamba Allah, renungkanlah jawaban dari soal tersebut! Sesungguhnya kematian adalah masa yang pasti akan datang dan tiada keraguan atas kedatangannya.

Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala membangkitkan seluruh manusia yang ada di dalam kuburan sebagaimana dalam firman-Nya,

أَوَلَمْ يَرَ الْإِنْسَانُ أَنَّا خَلَقْنَاهُ مِنْ نُطْفَةٍ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مُبِينٌ وَضَرَبَ لَنَا مَثَلًا وَنَسِيَ خَلْقَهُ قَالَ مَنْ يُحْيِي الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيمٌ قُلْ يُحْيِيهَا الَّذِي أَنْشَأَهَا أَوَّلَ مَرَّةٍ وَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيمٌ

“Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa kami menciptakannya dari setitik air (mani), Maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata! dan ia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang Telah hancur luluh?”  Katakanlah: “Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan dia Maha mengetahui tentang segala makhluk.”  (Yasin: 77-79)

Setelah itu Allah mengumpulkan seluruh makhluk untuk dilakukan perhitungan sebagaimana dalam firman-Nya:

وَلَقَدْ جِئْتُمُونَا فُرَادَى كَمَا خَلَقْنَاكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَتَرَكْتُمْ مَا خَوَّلْنَاكُمْ وَرَاءَ ظُهُورِكُمْ وَمَا نَرَى مَعَكُمْ شُفَعَاءَكُمُ الَّذِينَ زَعَمْتُمْ أَنَّهُمْ فِيكُمْ شُرَكَاءُ لَقَدْ تَقَطَّعَ بَيْنَكُمْ وَضَلَّ عَنْكُمْ مَا كُنْتُمْ تَزْعُمُونَ

“Dan Sesungguhnya kamu datang kepada kami sendiri-sendiri sebagaimana kamu kami ciptakan pada mulanya, dan kamu tinggalkan di belakangmu (di dunia) apa yang telah kami karuniakan kepadamu, dan kami tiada melihat besertamu pemberi syafa'at yang kamu anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu Tuhan di antara kamu. Sungguh telah terputuslah (pertalian) antara kamu dan telah lenyap daripada kamu apa yang dahulu kamu anggap (sebagai sekutu Allah).” (Al-An’am: 94)

 

Pada kondisi yang sangat mengkhawatirkan ini, mata orang-orang jahat, zhalim dan munafiq terbelalak, kepala mereka terangkat, kelopak mata mereka tidak bergerak, jantung mereka berdetak kencang. Pada hari itu tidak seorang pun dapat berbicara kecuali mereka yang diizinkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan perkataan mereka penuh dengan kejujuran, hati manusia terus bergejolak seolah berada di tenggorokan. Tiada teman dan pemberi syafaat yang dapat di ikuti bagi orang-orang yang zhalim, hari di mana masanya sama dengan 50.000 tahun masa perjalanan dunia. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Ra. bahwa belau bersabda,  “Pada hari kiamat manusia berkeringat hingga keringat mereka mencapai 70 hasta, lalu keringaat mereka mengekang mereka hingga mencapai telinga-telinga mereka.” (HR. Bukhari)

Wahai hamba-hamba Allah! Pada saat itu seluruh amalan hamba tampak dihadapkan kepada Allah, dan tidak ada satu apapun yang dapat disembunyikan dari-Nya sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

يَوْمَئِذٍ يَصْدُرُ النَّاسُ أَشْتَاتًا لِيُرَوْا أَعْمَالَهُمْ

“Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka.”  (Al-Zilzalah: 6)

 

Kemudian perhitungan pun dimulai, dalam hal ini Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

يُجَاءُ بِالْكَافِرِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيُقَالُ لَهُ: أَرَأَيْتَ لَوْ كَانَ لَكَ مِلْءُ الْأَرْضِ ذَهَبًا أَكُنْتَ تَفْتَدِي بِهِ؟ فَيَقُولُ نَعَمْ، فَيُقَالُ لَهُ: قَدْ كُنْتَ سُئِلْتَ مَا هُوَ أَيْسَرُ مِنْ ذَلِكَ

“Pada hari kiamat Allah Subhanahu wa Ta’ala mendatangi orang-orang kafir kemudian dikatakn kepada mereka: Jika kamu memiliki emas yang memenuhi seluruh langit dan bumi, apakah kamu mensedekahkannya? Dia menjawab: Ya, kemudian dikatakan kepada mereka: Sesuangguhnya kalian telah mendapatkan pertanyaan yang lebih mudah dari pertanyaan tersebut”

Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala membagikan catatan setiap manusia sebagaiamana dalam firman-Nya, “Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya.” (Al-Kahfi: 49)

Pada kondisi ini, manusia terbagi ke dalam dua golongan di antara mereka ada yang menerima catatan mereka dari sebelah kanan mereka dan ada pula yang menerimanya dari sebelah kiri atau belakang mereka sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ  فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَابًا يَسِيرًا  وَيَنْقَلِبُ إِلَى أَهْلِهِ مَسْرُورًا  وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ وَرَاءَ ظَهْرِهِ  فَسَوْفَ يَدْعُو ثُبُورًا وَيَصْلَى سَعِيرًا إِنَّهُ كَانَ فِي أَهْلِهِ مَسْرُورًا  إِنَّهُ ظَنَّ أَنْ لَنْ يَحُورَ  بَلَى إِنَّ رَبَّهُ كَانَ بِهِ بَصِيرًا

“Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya,  maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah, dan dia akan kembali kepada kaumnya (yang sama-sama beriman) dengan gembira. Adapun orang-orang yang diberikan kitabnya dari belakang,  maka dia akan berteriak: "Celakalah aku.” Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka)  Sesungguhnya dia dahulu (di dunia) bergembira di kalangan kaumnya (yang sama-sama kafir)   Sesungguhnya dia menyangka bahwa dia sekali-kali tidak akan kembali (kepada Tuhannya)   (bukan demikian), yang benar, Sesungguhnya Tuhannya selalu melihatnya.” (Al-Insyiqaq: 7-15)

Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala meletakkan timbangan atas catatan amal mereka sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

وَنَضَعُ الْمَوَازِينَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا وَإِنْ كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا وَكَفَى بِنَا حَاسِبِينَ

 

“Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikit pun. dan jika (amalan itu) Hanya seberat biji Shallallahu ‘alaihi wasallamipun pasti kami mendatangkan (pahala)nya. dan cukuplah kami sebagai pembuat perhitungan.” (Al-Anbiya’: 47)

Setelah itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala mendatangkan shirath (jembatan) yang wajib utuk dijalani, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam: “Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala mendatangkan jembatan yang ditempatkan tepat di atas (punggung) neraka jahannam” kami bertanya, Wahai Rasulullah Jembatan apakah  itu? Beliau menjawab: Jembatan yang tidak dapat menahan kaki, di atasnya terdapat para pengendap, anjing-anjing, rerumputan yang tersebar dengan duri yang saling bertautan sebagaimana yang ada di negeri Najd yang dikenal dengan nama Sa’dan (tanaman berduri), ketika orang mukmin berada di atasnya mereka bagaikan kilat, angin, kuda-kuda yang terbaik dan kendaraan terbaik, maka mereka sukses dengan selamat, dan di antara mereka (yang ada diatasnya) ada yang sukses menjalaninya dengan tertatih-tatih, dan ada pula yang terjelembab ke dalam neraka jahannam, hingga berjalan kelompo paling terakhir dalam keadaan ditarik. (HR. Bukhari)

Abu Sa’id Al-Khudriy pernah berkata, “telah sampai kepada kami bahwa jembatan tersebut lebih tajam dari mata pedang dan lebih tipis dari sehelai rambut.”

Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala menegakkan qishash dan perkara paling pertama yang akan diputuskan adalah perkara pidana antar manusia sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Sa’id Al-Khudriy bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Orang-orang mukmin terbebas dari neraka kemudian mereka disekap di atas jembatan yang terletak antara surga dan neraka, kemudian hukum qishah ditegakkan di antara mereka atas kezaliman yang telah mereka lakukan selama di dunia, hingga ketika mereka telah bersih dan suci, barulah mereka diperkenankan untuk memesuki surga.” (HR. Bukhari)

Wahai Kaum Muslimin, demikianlah beberapa bentuk keadaan pada hari kiamat. Apakah setelah ini kita masih tetap dalam kelalaian, dan setiap individu di antara kita tetap menjalankan kemaksiatan yang selama ini telah dijalankan?

Wahai para pemimpin, para hakim, para penguasa kapan kalian bertaubat dari kezaliman kalian, terhadap rakyat dengan mengabaikan kondisi mereka yang terus kelaparan, mereka tidak dapat menghasilkan makanan sehari-hari mereka, ingatlah bahwa barangsiapa yang membiarkan mereka hidup dalam ketidakpastian, mereka akan senantiasa mengintai kalian siang dan malam tanpa makan, tanpa rasa aman, tanpa pakaian dan yang lainnya, lalu bagaimana kalian dapat menghadapi hari yang sangat mengerikan ini, hari di mana kalian pasti akan menemuinya?! apa yang kalian katakan di hadapan Tuhan kalian?! tidakkah kalian mengingat sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam yang menyatakan,

مَا مِنْ عَبْدٍ يَسْتَرْعِيهِ اللَّهُ رَعِيَّةً يَمُوتُ يَوْمَ يَمُوتُ وَهُوَ غَاشٌّ لِرَعِيَّتِهِ إِلَّا حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّة

“Tidaklah seorang hamba yang mendapatkan kedudukan dari Allah kemudian dia mati dalam keadaan menipu rakyatnya kecuali Allah akan mengharamkan baginya Surga.” (HR. Muttafaqun ‘Alaihi)

Wahai para menteri dan wakil rakyat tidakkah kalian bertakwa kepada Allah akan amanah yang telah diletakkan di atas pundak kalian?!  lalu apa yang telah kalian persiapkan untuk menghadapi hari yang menakutkan ini, fitnah kubur dan azabnya, penyerahan catatan amal ibadah, kebangkitan, qishash Allah Subhanahu wa Ta’ala dan surga atau neraka?!

Wahai rakyat apa yang telah kalian siapkan untuk menghadapi Hari Akhirat ini? wahai para penipu tinggalkanlah segala bentuk tipuan kalian! Wahai mereka yang senang meninggalkan shalat, tidakkah kalian kembali ke masjid lalu shalat sebagaimana yang diperintahkan? Wahai para pencuri bertaubatlah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sebab kalian pasti akan menjalani hari ini dan pasti akan menghadapinya? Wahai para pemuda apa yang telah kalian siapkan untuk hari setelah kematian! Dan wahai para pemudi apakah kalian beranggapan bahwa kalian tidak akan mati?!

أقول قولي هذا و أستغفر الله لي و لكم و لسائر المسلمين و المسلمات من كل ذنب فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم

الحمد  لله على إحسانه و الشكر له على توفيقه و امتنانه، أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له تعظيما لشأنه و أشهد أن محمدا عبده و رسوله الداعي إلى رضوانه. اللهم فصل و سلم على هذا النبي الكريم و على آله و أصحابه و من تبعهم بإحسان إلى يوم الدين. أما بعد.

Allah  Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَةً لِمَنْ خَافَ عَذَابَ الْآَخِرَةِ ذَلِكَ يَوْمٌ مَجْمُوعٌ لَهُ النَّاسُ وَذَلِكَ يَوْمٌ مَشْهُودٌ  وَمَا نُؤَخِّرُهُ إِلَّا لِأَجَلٍ مَعْدُودٍ  يَوْمَ يَأْتِ لَا تَكَلَّمُ نَفْسٌ إِلَّا بِإِذْنِهِ فَمِنْهُمْ شَقِيٌّ وَسَعِيدٌ  فَأَمَّا الَّذِينَ شَقُوا فَفِي النَّارِ لَهُمْ فِيهَا زَفِيرٌ وَشَهِيقٌ  خَالِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ إِلَّا مَا شَاءَ رَبُّكَ إِنَّ رَبَّكَ فَعَّالٌ لِمَا يُرِيدُ  وَأَمَّا الَّذِينَ سُعِدُوا فَفِي الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ إِلَّا مَا شَاءَ رَبُّكَ عَطَاءً غَيْرَ مَجْذُوذٍ

“Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat. Hari kiamat itu adalah suatu hari yang semua manusia dikumpulkan untuk (menghadapi) nya, dan hari itu adalah suatu hari yang disaksikan (oleh segala makhluk)  Dan kami tiadalah mengundurkannya, melainkan sampai waktu yang tertentu. di kala datang hari itu, tidak ada seorangun yang berbicara, melainkan dengan izin-Nya, maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang berbahagia.  Adapun orang-orang yang celaka, maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih),  Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain)  Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang dia kehendaki.  Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya di dalam surga, mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tiada putus-putusnya.” (Huud: 103-108)

Dia juga berfirman,

وَسِيقَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِلَى جَهَنَّمَ زُمَرًا حَتَّى إِذَا جَاءُوهَا فُتِحَتْ أَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا أَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌ مِنْكُمْ يَتْلُونَ عَلَيْكُمْ آَيَاتِ رَبِّكُمْ وَيُنْذِرُونَكُمْ لِقَاءَ يَوْمِكُمْ هَذَا قَالُوا بَلَى وَلَكِنْ حَقَّتْ كَلِمَةُ الْعَذَابِ عَلَى الْكَافِرِينَ  قِيلَ ادْخُلُوا أَبْوَابَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا فَبِئْسَ مَثْوَى الْمُتَكَبِّرِينَ وَسِيقَ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ إِلَى الْجَنَّةِ زُمَرًا حَتَّى إِذَا جَاءُوهَا وَفُتِحَتْ أَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلَامٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوهَا خَالِدِينَ

“Orang-orang kafir dibawa ke neraka Jahannam berombong-rombongan. Sehingga apabila mereka sampai ke neraka itu dibukakanlah pintu-pintunya dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: "Apakah belum pernah datang kepadamu rasul-rasul di antaramu yang membacakan kepadamu ayat-ayat Tuhanmu dan memperingatkan kepadamu akan pertemuan dengan hari ini?" mereka menjawab: "Benar (telah datang).” Tetapi Telah pasti berlaku ketetapan azab terhadap orang-orang yang kafir. Dikatakan (kepada mereka): "Masukilah pintu-pintu neraka Jahannam itu, sedang kamu kekal di dalamnya" Maka neraka Jahannam Itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri. dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam surga berombong-rombongan (pula)  sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya Telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: "Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu! Maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya.” (Az-Zumar: 71-73)

Ketahuilah bahwa yang paling mulia di sisi Allah di antara kalian adalah yang paling bertakwa.  Barangsiapa yang buruk amalannya, maka tidak akan disempurnakan oleh kemuliaan nasabnya. Sesungguhnya semua itu adalah amal kalian yang diperhitungkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, jadi barangsiapa yang menemukan semua amalnya baik, maka hendalah dia memuji Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan barangsiapa yang menemukan sebaliknya, maka janganlah dia mencaci selain dirinya sendiri.

فاعلموا أن الله أمركم بأمر بدأ فيه بنفسه و ثنى بملائكته المسبحة بقدسه و ثلث بكم أيها المسلمون فقال عز من قائل إن الله و ملائكته يصلون على النبي يأيها الذين آمنوا صلوا عليه و سلموا تسليما. اللهم صل و سلم على نبينا محمد و عل آله و صحابته و من اهتدى بهديه و استن بسنته إلى يوم الدين. ثم اللهم ارض عن الخلفاء الراشدين المهديين أبي بكر و عمر و عثمان و علي و على بقية الصحابة و التابعين و تابع التابعين و علينا معهم برحمتك ي أرحم الرحمين.

اللهم إنا نسألك بكل اسم هو لك سميت به نفسك أو أنزلته في كتابك أو  علمته أحدا من خلقك أو استأثرته في علم الغيب عندك أن تجعل القرآن ربيع قلوبنا و نور صدورنا و جلاء أحزاننا و ذهاب همومنا و غمومنا

اللهم اغفر للمسلمين و المسلمات و المؤمين و المؤمنات الأحياء منهم و الأموات.

اللهم أعز الإسلام و المسلمين و أهلك الكفرة و المشركين و دمر أعداءك أعداء الدين

اللهم أصلح لنا ديننا الذي هو عصمة أمرنا، و أصلح لنا دنيانا التي فيها معاشنا و أصلح لنا آخرتنا التي إليها معادنا و اجعل اللهم حياتنا زيادة لنا في كل خير و اجعل الموت راحة لنا من كل شر

اللهم أعنا على ذكرك و شكرك و حسن عبادتك

اللهم إنا نسألك الهدى و التقى و العفاف و الغنى و حسن الخاتمة

اللهم اغفر لنا و اوالدينا و ارحمهم كما ربونا صغارا

ربنا هب لنا من أزواجنا و ذرياتنا قرة أعين و احعلنا للمتقين إماما

ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا و هب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهاب

ربنا آتنا في الدنيا حسنة و في الآخرة حسنة و قنا عذاب النار

عباد الله إن الله يأمركم بالعدل و الإحسان و إيتاء ذى القربى و ينهى عن الفحشاء و المنكر و البغي يعظكم لعلكم تذكرون فاذكروا الله العظيم يذكركم و اسألوه من فضله يعطكم و لذكر الله أكبر و الله يعلم ما تصنعون.

  • Kehidupan Setelah Mati
  • Waspadai Praktek Perdukunan
  • Pengaruh Takwa Terhadap Kehidupan Seorang Muslim
  • Kehidupan Akhirat Adalah Kehidupan Yang Hakiki
  • Pengaruh Dosa dan Maksiat Bagi Kehidupan Seorang Hamba
  • Muroqobatulloh dan  Istiqomah dalam Kehidupan Muslim
  • Kehidupan Surga dan Neraka
  • Tanda-tanda hari Kiamat
  • Urgensi Tauhid dalam Mewujudkan Kebahagiaan
  • Urgensi Ikhlas dalam Meraih Kemuliaan Dunia dan Akhirat
  • Ustadz DR. Dasman, MA
  • Tawakkal, Urgensi dan Kedudukannya
  • Kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala
  • Cinta Kepada Allah dan Rasul-Nya  Sebagai Pilar Keimanan

Kirim Email Anda , Untuk Update Kabar Terkini

Pria/Wanita
Negara
Email