اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَ دِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَ كَفَى بِاللهِ شَهِيْدًا . أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ  لاَ شَرِيْكَ لَهُ، ذُو الْعِزَّةِ  وَ الْقُوَى، وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ، لاَ نَبِي َّبَعْدَهُ  وَ لاَ رَسُوْلَ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَى نَبِـيِّنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَي آلِهِ وَ أَصْحَابِهِ وَ كُلِّ مَنِ اتَّبَعَ ِللهِ الْهُدَى.

أَمَّـا بَعْدُ فَيـَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْ بِنَفْسِيْ وَ إِيَّـاكُمْ  بِتَقْوَى اللهِ حَقَّ تُقَاتِهِ ، لَعَـلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قال تعالى: (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ)

 

Jama’ah jum’at yang dirahmati Allah Swt …..

            Sebagai pembuka khatib mengajak kepada segenap kaum muslimin untuk senantiasa memperkuat dan meningkatkan kuwalitas ketaqwaan kita kepada Allah Swt,  karena hanya dengan ketaqwaan kepada Allah seseorang dapat menghimpun segala kebaikan, taqwa juga  merupakan sifat dan karakter yang paling banyak disebutkan dalam Al-Qur’an. Dengan berbekal ketaqwaan seseorang memperoleh kebahagiaan, kebaikan dan keselamatan di  dunia maupun akherat, baik yang bersifat lahiryiah maupun batiniyah. Sebaliknya, ketaqwaan juga merupakan benteng dan pelindung serta baju besi yang kokoh yang dapat menghalau segala bentuk keburukan, di dunia maupun akherat, baik yang bersifat lahiryiah maupun batiniyah.

            Ketahuilah bahwasanya ketaqwaan merupakan perintah dan wasiat Allah Swt yang dibebankan kepada segenap umat manusia, baik ummat-ummat terdahulu, ummat yang hidup saat ini, maupun mereka yang diciptakan di masa mendatang, firman Allah Swt:

... وَ لَقَدْ وَصَّيْنَا الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتبَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَ اِيَّاكُمْ اَنِ اتَّقُوا اللهَ،...  ( النساء: 131 )

“… dan sungguh Kami telah mewasiatkan kepada orang-orang yang telah diberi Kitab sebelum kamu dan kepada kamu supaya kamu bertaqwa kepada Allah,….”  (Q.S. An-Nisa’: 131)

Ketaqwaan merupakan inti dakwah dan seruan para Nabi dan Rasul, syiar orang-orang shaleh dan para Waliyullah, yakni orang-orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah. Setiap  Nabi dan Rasul mendakwahkan kalimat yang sama kepada kaumnya masing-masing, sebagaimana pernah dilakukan Nabi Nuh kepada kaumnya : “…Mengapa kamu sekalian tidak bertaqwa (kepada Allah)?” (Q.S. Asy-Syu’araa’: 106).

Makna dasar kata taqwa adalah “ sikap hamba yang menjaga atau memelihara dirinya dari segala bentuk keburukan dan kejahatan yang dikhatirkan akan menimpa dirinya”. kemudian taqwa mengalami spesifikasi makna menjadi ” sikap menjaga atau memelihara diri dari segala sesuatu yang dapat mendatangkan kemurkaan dan azab Allah Swt”. Oleh karena itu, Allah adalah “Ahlu at-Taqwa”, yakni Zat satu-satunya yang berhak untuk ditakuti, diagungkan, dan  dimuliakan oleh hamba-hamba-Nya.  Ali bin Abi Thalib mendefinisikan taqwa sebagai :

الْخَوْفُ مِنَ الْجَلِيْلِ، وَ الْعَمَلُ بِالتَّنْزِيْلِ، وَ الْقَنَاعَةُ بِالْقَلِيْلِ، وَ اْلاِسْتِعْدَادُ لِيَوْمِ الرَّحِيْلِ.

“Takut kepada Zat Yang Mahaagung, beramal sesuai dengan anjuran wahyu, bersikap rela atau puas  terhadap rezki yang diterima walaupun jumlahnya sedikit, dan mempersiapkan diri untuk hari keberangkatan (menuju liang lahat)” 

Ma’asyirul mukminin rahimakumullah ta’ala ……

            Sebagai orang yang beriman, sudah sepatutnya kita berusaha untuk mempelajari, mengkaji dan merenungi sifat-sifat orang-orang yang bertaqwa yang telah banyak disebutkan dan di informasikan Allah Swt kepada kita melalui kitabNya, disertai dengan do’a semoga kita menjadi bagian dari mereka. Diantara sifat-sifat orang-orang bertaqwa termaktub dalam permulaan surat Al Baqarah. Allah Swt berfirman :  

{الم * ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ * الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ * وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْآَخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ * أُولَئِكَ عَلَى هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ }

 Alif laam miin. Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa,  (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka. dan mereka yang beriman kepada kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-Kitab yang telah diturunkan sebelummu serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. mereka Itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung ( Al Baqarah : 1-5 )

            Kemudian, disebutkan pula di dalam ayat lain,  tepatnya dalam surat Al Baqarah ayat 177 bahwa orang yang bertaqwa adalah mereka yang beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi, serta memberikan harta yang dicintainya kepada para kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang yang kehabisan bekal dalam perjalanan, orang-orang yang meminta-minta, dan untuk membebaskan perbudakan. Selain itu, juga mendirikan shalat, menunaikan zakat, memenuhi janjinya apabila berjanji., serta orang yang sabar ketika mengalami  kesengsaraan, penderitaan, dan pada waktu terjadi peperangan.

            Sementara itu, dalam Surat Ali Imraan ayat 133-135 Allah Swt menyebutkan bahwasanya orang-orang yang bertaqwa adalah orang-orang yang gemar menafkahkan hartanya di jalan Allah Swt, di waktu lapang maupun sempit, dan orang yang mampu menahan amarahnya, senang memaafkan kesalahan orang lain, segera bertaubat dan memohon ampunan Allah Swt tatkala mereka berbuat keji atau zalim terhadap dirinya atau terhadap orang lain, sembari menanamkan tekad yang bulat dalam hatinya untuk tidak akan melanjutkan atau mengulangi lagi perbuatan keji tersebut.

Jama’ah jum’at yang dimuliakan Allah Swt ……

            jikalau kita bersungguh-sungguh dalam menjaga dan memupuk keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah Swt, niscaya kita akan termasuk orang-orang yang beruntung dan diizinkan untuk memetik dan mencicipi buah ketaqwaan. Setidaknya ada enam buah taqwa yang dapat kita petik, lima buah dapat kita rasakan di kehidupan dunia ini dan satu lagi menunggu kita dikehidupan akherat sebagai deposito ukhrawy kita. Kelima buah taqwa tersebut telah disebutkan oleh Allah Swt dalam beberapa ayat, yaitu :

Pertama, kita akan memiliki “ furqaan intelegence “ yaitu kemampuan intelektual kita untuk membedakan antara yang haq dengan yang bathil. Allah Swt berfirman:

يـَاَيُّهَا الَّذِيْنَ امَنُوْا اِنْ تَتَّقُوا اللهَ يَجْعَلْ لَّكُمْ فُرْقَانًا وَّ يُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّـئَاتِكُمْ وَ يَغْفِرْ لَكُمْ، وَ اللهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيْمِ. ( الأنفال: 29 )

“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah, niscaya Ia akan memberikan kepadamu ‘furqan’ (kekuatan hati yang dapat membedakan antara yang benar dan yang salah), dan Ia akan menghapuskan kesalahan-kesalahanmu dan mengampunimu, dan Allah mempunyai karunia yang besar.”  (Q.S. Al-Anfaal : 29)

Kedua, kita akan merasakan keberkahan hidup yang dihiasi oleh bunga-bunga kesenangan dan kebahagiaan serta ketenteraman. Limpahan berkah yang mengucur dari langit dan bumi menjadi milik kita.  Allah Swt berfirman:

وَ لَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرى امَنُوْا وَ اتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَ اْلاَرْضِ وَ لكِنْ كَذَّبُوْا فَاَخَذْنـهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ. ( الأعراف: 96 )

“Dan sekiranya penduduk negeri-negeri itu beriman dan bertaqwa, pastilah kami akan melimpahkan keberkahan kepada mereka dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka karena sesuatu yang mereka usahakan.”  (Q.S. Al-A’raaf : 96)

Ketiga, Allah Swt akan senantiasa memberikan bimbingan dan jalan keluar dari persoalan hidup yang sedang dan yang akan kita hadapi.  Allah Swt berfirman:

... وَ مَنْ يَتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَّهُ مَخْـرَجًا. ( الطلاق: 2 )

Artinya: “… Dan barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan menjadikan jalan keluar baginya.”  (Q.S. At-Thalaaq [65]: 2)

Keempat, Allah Swt akan memberikan rezeki yang berlimpah kepada kita dengan cara yang tidak terduga dan dari jalan yang tak disangka-sangka.  Allah Swt berfirman:

وَّ يَرْزُقْـهُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَحْتَسِبُ... ( الطلاق: 3 )

Artinya: “Dan akan memberikan rezeki kepadanya dengan cara yang tidak terduga….”  (Q.S. At-Thalaaq [65]: 3)

Kelima, Allah Swt akan memberikan kemudahan dalam segala urusan kita. Allah Swt berfirman:

... وَ مَنْ يَتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَّهُ مِنْ اَمْـرِهِ يُسْرًا. ( الطلاق: 4 )

 “… Dan barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan menjadikan kemudahan baginya (dalam menyelesaikan) urusannya.” (Q.S. At-Thalaaq [65]: 4)

Keenam, Allah Swt akan menghapus dan mengampuni dosa dan kesalahan kita, serta memberikan tempat yang layak di surga yang penuh dengan kenikmatan yang tak pernah terlihat oleh mata, tak terdengar oleh telinga dan tak pernah terlintas dan terbayang dalam akal fikiran kia.  buah taqwa yang satu ini akan kita petik kelak di alam akherat. Allah Swt berfirman:

... وَ مَنْ يَتَّقِ اللهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّـئَاتِهِ وَ يُعْظِمْ لَهُ اَجْرًا. ( الطلاق: 5 )

“… Dan barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia  akan menutupi kesalahan-kesalahannya dan melipatgandakan pahala baginya.”   (Q.S. At-Thalaaq [65]: 5)

Di ayat lain Allah Swt berfirman :

تِلْكَ الْجَنَّةُ الَّتِيْ نُوْرِثُ مِنْ عِبَادِنَا مَنْ كَانَ تَقِـيًّا. ( مريم: 63 )

itulah surga yang kami wariskan (berikan) kepada orang yang bertaqwa di antara hamba-hamba Kami.”  (Q.S. Maryam [19]: 63)

 

بَارَكَ اللهُ لِي وَ لَكُمْ فِى الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَ نَفَعَنِي وَ إِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَ الذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَ تَقَبَّلَ مِنِّيْ وَ مِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.

 

اَلْحَمْدُ ِللهِ وَ الشُّكْرُ لِلّهِ وَ لاَ حَوْلَ وَ لاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ.  وَ الصَّلاَةُ وَ السَّلاَمُ عَلىَ رَسُوْلِ اللهِ، نَبِـيِّنَا مُحَمَّدٍ وَ عَليَ آلِهِ وَ أَصْحَابِهِ وَ مَنْ وَالاَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَريْـكَ لَهُ، وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ  وَ رَسُوْلُهُ.

 أَمَّا بَعْـدُ فَيَاأَيـُّهَا اْلإِخْوَانُ، أُوْصِيْكُمْ وَ إِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ حَقَّ تُقَاتِهِ  وَ لاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ  وَ أَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

Jamaah sidang Jum’at rahimakumullah……….

Para ulama Salaf telah banyak meninggalkan pesan-pesan ketaqwaan kepada kita. Diantara mereka ada yang berkata : “ aku wasiatkan kepadamu untuk senantiasa bertaqwa kepada Allah Swt, dzat yang mengetahui semua rahasiamu, dzat yang menyertaimu di alam nyatamu, ingat dan sertakanlah Allah Swt di setiap detikmu, di waktu malam dan siangmu, tumbuhkanlah rasa takutmu kepadanya sekuat kedekatannya kepadamu dan seluas kekuasannya atasmu “. Sebagian yang lain mengatakan sambil menyimpan rasa keheranan yang mendalam: “Mengapa engkau leluasa dan tega berbuat maksiat justru di kala kamu sedang menyendiri dengan Tuhanmu? Tidakkah engkau malu berbuat maksiat sedang Dia memandangimu ? Mengapa kamu justru malu dilihat oleh manusia lain, bukankah mereka hanyalah sebagian makhluk ciptaan-Nya sepertimu ? adakah orang yang lebih sesat dibandingkan dengan orang yang menampakkan amal saleh di hadapan manusia, namun sebaliknya ia menantang Allah Swt dengan menunjukkan keburukan kepada Allah yang status-Nya justru lebih dekat dari urat leher manusia?!” Oleh karena itu, mumpung nyawa masih bersemayam dalam raga, mata masih dapat melihat, telinga masih bisa mendengar, tangan masih mampu memegang dan kaki masih bergerak melangkah, marilah kita bekali hidup kita dengan iman dan taqwa kepada Allah Swt, sebagai bekal terbaik menuju perjumpaan dengan-Nya. Dengar, simak dan renungkanlah firman Allah Swt berikut ini wahai hamba-hamba yang cinta kepada Allah Swt !!

3 {وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ اللَّهُ وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ}

            dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan Sesungguhnya Sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku Hai orang-orang yang berakal “. ( Al Baqarah : 197 ).

 

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ* وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنْسَاهُمْ أَنْفُسَهُمْ أُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ }

  Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah Setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. mereka Itulah orang-orang yang fasik”. ( Al Hasyr : 18-19 ).

 

Selanjutnya, marilah kita tutup pertemuan yang mulia ini dengan menundukkan jiwa dan raga kita dihadapan Allah Swt sambil berdoa ke hadirat Allah Swt dengan penuh kekhusukan dan pengharapan, semoga Allah Swt berkenan memasukkan kita kedalam gerbong orang-orang bertaqwa, dan memberikan kemampuan kepada kita untuk membekali diri dengan ketaqwaan sampai kita berjumpa dengan-Nya.

 

عباد الله ! إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ وَرَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْ كُلِّ صَحَابَةِ رَسُوْلِ اللهِ أَجْمَعِيْنَ.  وَارْضَ عَن الخُلَفَاءِ الأرْبَعَة أبُو بَكْر وَ عُمَر وَ عُثمَانَ وَ عَلِي وَ عَنْ التَّابِعِيْن وَ تاَبِعِ التَّابِعِيْن وَمَنْ تَبِعَهُم بِإحْسَانٍ إلَى يَوْمِ الدَّيْنِ وَ ارْحَمْنَا مَعَهُمْ يَا أرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَات 

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَ ِلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِاْلإِيْمَانِ وَ لاَ تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِلَّذِيْنَ آمَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوْفٌ رَحِيْمٌ

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَ إِسْرَافَنَا فِيْ أَمْرِنَا وَ ثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَ انْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ

اَللّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَ التُّقَى وَ الْعَفَافَ وَ الْغِنَى

اَللّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَ عَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَ السَّلاَمَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ ،  وَ الْغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِـرٍّ، وَ الْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ، وَ النَّجَاةَ مِنَ النَّارِ

اَللّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَ ارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ وَ أَرِنَا لْبَاطِلَ بَاطِلاً  وَ ارْزُقْنَا احْتِنَابَه

رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِـزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَ سَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ، وَ اْلحَمْدُ ِللهِ  رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ.

  • Kehidupan Setelah Mati
  • Waspadai Praktek Perdukunan
  • Pengaruh Takwa Terhadap Kehidupan Seorang Muslim
  • Kehidupan Akhirat Adalah Kehidupan Yang Hakiki
  • Pengaruh Dosa dan Maksiat Bagi Kehidupan Seorang Hamba
  • Muroqobatulloh dan  Istiqomah dalam Kehidupan Muslim
  • Kehidupan Surga dan Neraka
  • Tanda-tanda hari Kiamat
  • Urgensi Tauhid dalam Mewujudkan Kebahagiaan
  • Urgensi Ikhlas dalam Meraih Kemuliaan Dunia dan Akhirat
  • Ustadz DR. Dasman, MA
  • Tawakkal, Urgensi dan Kedudukannya
  • Kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala
  • Cinta Kepada Allah dan Rasul-Nya  Sebagai Pilar Keimanan

Kirim Email Anda , Untuk Update Kabar Terkini

Pria/Wanita
Negara
Email